Thursday, June 19, 2008

MENGATASI ANAK SUSAH MAKAN

Masalah anak susah makan kebanyakan dialami oleh ibu yg bekerja di luar rumah.Karenanya meskipun bekerja dilar rumah,seyogyanya orang tua tetap mengetahui perkembangan makan anak sehari- hari.Yang penting supaya gizi anak seibang orang tua perlu tahu berapa jumlah makanan sehari-hari yg harus diberikan keada anak balitanya.Untuk membantu mengatasi anak ssah makan orang tua perlu melakukan beberapa hal:
  • 1. Pemberian makan sesuai umur.Setelah usia 4 bulan mulai diberi makanan pendamping(bubur susu),usia 6 bln nasi tim,usia 8 bln-1 thn mulai makanan dicincang,setelah 1 thn dpt dikenalkan makanan keluarga.karena jika tdk mulai dikenalkan anak akan susah makan.
  • 2. Jangan memberi porsi susu berlebihan.Hal ini akan menyebabkan anak kenyang sehingga susah makan.
  • 3. Berikan makanan selingan namun jangan berlebihan.Diberikan diantara jam makan anak.makanan jangan manis-manis atau asin karena akan mengurangi selera makan anak.
  • 4. Agar nafsu makan anak bertambah usahakan suasana makan yang nyaman.Ajak si kecil makan dengan penuh kasih sayang.
  • 5. Jika anak masih susah makan periksakan ke dokter mungkin ada kelainan dalam organ tubuh.Jika tidak ada kelainan mintalah vitamin untuk merangsang nafsu makannya
  • 6. Disiplin dengan waktu makan anak.karena kalau sudah melewati waktu makan anak tidak merasa lapar lagi.
PESAN UNTUK IBU BEKERJA.
  • 1. Persiapkan makanan yang akan diberikan untuk balita anda.
  • 2. Pada jam makan cek kegiatan makan balita anda.
  • 3. Timbang berat badannya untuk memastikan balita anda kecukupan gizi.
  • 4. Selagi bisa (ada waktu)dengan si kecil kerjakan sendiri segala hal yang berhubungan dengan si kecil.
  • 5. Adakan waktu rekreasi dengan si kecil,agar punya wawasan dan merasakan kebersamaan dengan keluarganya.
Saturday, March 29, 2008

Mamfaat ASI Bagi Bayi Anda

Berbagai variasi dalam pemberian Air Susu Ibu (ASI) dapat dilakukan oleh seorang Ibu yang sedang menyusui. Misalnya, pemberian tidak harus selalu langsung dari payudara Ibu, tapi dapat diperas dulu dan diberikan kemudian, karena ASI sendiri dapat diawetkan dengan cara menyimpannya di termos atau ditempat tertutup dan bersih. ASI dapat tahan 6 jam pada suhu kamar dan 2 x 24 jam bila disimpan dilemari es. Dengan demikian Ibu dapat memberi ASI tanpa kehadiran Ibu.

Mengapa Perlu Memeras ASI ?
ASI perasan sangat bermanfaat bagi semua bayi sehat, terlebih pada saat Ibu menghadapi keadaan sebagai berikut :
- Berat bayi lahir rendah.
- Bayi baru lahir kurang sehat.
- Ibu bekerja, dan lakukan sebagai berikut :
&nbspPeraslah sebanyak mungkin sebelum Ibu berangkat dan tinggalkan untuk bayi dirumah.

Keunggulan ASI
- Komposisinya paling sesuai untuk kebutuhan bayi. Mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral &
&nbsphormonal yang dibutuhkan bayi.
- Meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit.
- Memperlebar jarak kehamilan.
- Mudah digunakan.
- Mempererat kasih sayang antara ibu dan bayi.
Hanya ASI MAKANAN BAYI TERBAIK Hingga minimal 6 bulan

Apa Keuntungan Menetekkan ?
- Mengurangi pendarahan setelah melahirkan.
- Mengembalikan tubuh ibu pada keadaan sebelum lahir.
- Dengan ASI bisa lebih hemat.
- ASI mudah diberikan kapan dan di mana saja.
- Ibu dapat menjalin hubungan batin yang lebih akrab dengan bayi.
- Ibu dapat lebih mudah mengenali sifat dan kemauan bayinya.

Mengapa Bayi Perlu ASI ?
- ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi.
- Melalui penetekan menumbuhkan jalinan rasa kasih sayang yang penting untuk perkembangan dan kecerdasan &nbspanak.
- Air susu yang keluar pada hari-hari pertama (susu jolong atau kolostrum) mengandung zat kekebalan tubuh.
- ASI bersih dan mudah diberikan.

Peranan Kolostrum bagi Bayi
- Kolostrum adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama (disebut juga susu jolong) dan berwarna kekuning- &nbspkuningan.
- Kolostrum adalah makanan khusus untuk bayi yang dibutuhkan oleh bayi sebelum ASI keluar.
- Kolostrum terlihat agar berbeda, tetapi sangat penting diminum oleh bayi. Ia mengandung zat kekebalan tubuh yang &nbspdapat melindungi bayi dari penyakit.
- Merupakan makanan pertama yang harus diberikan kepada bayi.
- Berikan Kolostrum saja sampai ASI keluar.



Kehamilan Adalah Anugerah, untuk itu harus diselamatkan.
Wednesday, March 26, 2008

Inisiasi Menyusui Dini Dapat Cegah 22 Persen Kematian Neonata

“Jadi, 22 persen dari kematian bayi akan dapat dicegah hanya dengan pemberian ASI satu jam setelah kelahiran,” katanya di Jakarta, Kamis (6/12).

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan tunggal dan terbaik yang memenuhi semua kebutuhan tumbuh kembang bayi hingga berusia 6 bulan, seiring ASI yang pertama keluar berwarna kuning yang mengandung zat-zat penting yang tidak dapat diperoleh dari sumber lain termasuk susu formula.

Utami mencatat bahwa bayi yang baru lahir dan ibu saling memberikan stimulasi penting dalam waktu satu jam pertama. Jadi, segera setelah lahir, bayi baru lahir sangat siap untuk segera mendapatkan asupan bergizi.

Insting dan refleks bayi sangat kuat dalam satu jam pertama dan jika bayi berada dalam dekapan ibu, maka ia akan mencari payudara ibu dan mulai menghisap.

Oleh karena itu, ia menilai inisiasi menyusu dini sangat bermanfaat bukan hanya bagi bayi baru lahir tapi juga bagi ibu, karena dapat merangsang kontraksi otot rahim sehingga perdarahan sesudah melahirkan dapat lebih cepat berhenti. “Selain itu, rahim akan lebih cepat kembali seperti semula,” ujarnya.

Menurut dia, survey terbaru menemukan bahwa 35 anak dari setiap 1.000 kelahiran meninggal sebelum ulang tahun pertamanya. Untuk itu, inisiasi menyusu dini merupakan salah satu cara untuk menurunkan kematian bayi dan mencapai tujuan pembangunan milinium (MDG) Indonesia.

“Jadi, inisiasi menyusu dini dalam satu jam dan ASI eksklusif enam bulan dapat menolong mencapai tujuan Millenium Deveopment Goals (MDGs).

Selain itu, berdasar penelitian di Ghana terhadap 10.947 bayi lahir antara Juli 2003 dan Juni 2004 disebutkan bahwa kemungkinan kematian seorang bayi cenderung meningkat secara bermakna setiap hari permulaan menyusu itu di tangguhkan.

Seiring hal itu, promosi ASI eksklusif ditekankan pada inisiasi menyusu dini, karena 22 persen bayi dapat diselamatkan jika mulai menyusu dalam 1 jam pertama dan juga 16 persen bayi dapat diselamatkan jika bayi menyusu hari pertama.

Dalam kesempatan itu, Utami juga menilai pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, dimana masyarakat cenderung memberikan susu formula pada waktu bayi berumur sangat muda.

Sehingga hal itu berakibat banyak balita kehilangan kesempatan memperoleh ASI eksklusif, dan lebih dari 5 juta balita menderita kurang gizi dan sekitar 1,7 juta balita mengalami gizi buruk.

”Selain itu, keadaan lain yang memprihatinkan adalah 13 persen bayi berumur di bawah dua bulan telah diberi susu formula dan 15 persen telah diberi makanan tambahan, padahal menyusui pada jam pertama akan menghindarkan ibu dari bahaya pembengkakan payudara dan saluran ASI tersumbat,” katanya.

Salah satu faktor yang berpengaruh pada rendahnya pemberian ASI eksklusif enam bulan adalah rendahnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI bagi bayi dan manfaat menyusui bagi ibu.

“Padahal dengan pemberian ASI dapat mengurangi kemiskinan, karena di prediksikan bayi lahir di Indonesia 5,5 juta pertahun dikalikan 55 kaleng lalu dikalikan 1 susu formula seharga 60.0000, jadi 18.120 triliun belanja Ibu Indonesia selama 6 bulan bisa di hemat,”.KN

Sunday, March 23, 2008

Setiap Jam 2 Orang Ibu Bersalin Meninggal Dunia

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002/2003, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih berada pada angka 307 per 100.000 kelahiran hidup atau setiap jam terdapat 2 orang ibu bersalin meninggal dunia karena berbagai sebab. Demikian pula angka kematian bayi (AKB), khususnya angka kematian bayi baru lahir (neonatal) masih berada pada kisaran 20 per 1.000 kelahiran hidup.

Menyadari kondisi tersebut, Departemen Kesehatan pada tahun 2000 telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) jangka panjang upaya penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi baru lahir. Dalam Renstra ini difokuskan pada kegiatan yang dibangun atas dasar sistem kesehatan yang mantap untuk menjamin pelaksanaan intervensi dengan biaya yang efektif berdasarkan bukti ilmiah yang dikenal dengan sebutan "Making Pregnancy Safer (MPS)" melalui tiga pesan kunci. Demikian penegasan Menkes Dr. Achmad Sujudi pada pembukaan Seminar Pendekatan dan Praktik Terbaik Kesehatan Maternal dan Neonatal di Jakarta tanggal 10 Mei 2004. Lebih lanjut ditegaskan, tiga pesan kunci MPS itu adalah setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat dan setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran. Dari pelaksanaan MPS, target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2010 adalah angka kematian ibu menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi baru lahir menjadi 15 per 1.000 kelahiran hidup. Dalam kerangka inilah Departemen Kesehatan bersama Program Maternal & Neonatal Health (MNH) sejak tahun 1999 mengembangkan berbagai pendekatan baru yang didasarkan pada praktek-praktek terbaik (best practices) yang diakui dunia untuk membantu memperbaiki kondisi kesehatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir di beberapa daerah intervensi di Indonesia. Untuk mencapai hal itu, masih diperlukan waktu kendati Depkes sudah menempatkan bidan di desa. AKI dan AKB di Indonesia itu beragam, ada kabupaten yang sudah bagus tetapi juga ada yang masih jauh dari harapan tergantung dengan kondisi geografisnya, tingkat kemiskinannya, daerah konflik dan sebagainya. Dengan sendirinya di daerah yang sulit seperti Papua, NTT, maka AKI dan AKB-nya masih tinggi. Demikian pula di Jawa, ada daerah-daerah kantong yang AKB dan AKI-nya masih tinggi. Pendekatan baru ini tidak semata-mata hanya berupa kegiatan-kegiatan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan (supply) tetapi juga mencakup kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan tuntutan (demand) masyarakat. Selama lebih 4 tahun pendekatan baru ini dipraktikkan secara konsisten dan terus menerus diperbaiki mengikuti perkembangan global dan dinamika masyarakat setempat yang pada akhirnya menghasilkan pencapaian-pencapaian yang menggembirakan. Menurut Menkes, pembangunan sumber daya manusia tidak terlepas dari upaya kesehatan khususnya upaya untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Ibu pada prinsipnya memiliki peran ganda yaitu sebagai pengasuh anak yang secara makro akan ikut menentukan generasi bangsa yang akan datang maupun secara mikro, ibu ikut menentukan ekonomi keluarga. Karena itu pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak dini yakni pada saat janin masih dalam kandungan ibu dan masa awal pertumbuhannya. Dengan demikian maka kesehatan bayi baru lahir kurang dari satu bulan (neonatal) menjadi sangat penting karena akan menentukan apakah generasi kita yang akan datang dalam keadaan sehat dan berkualitas serta mampu menghadapi tantangan globalisasi. Atas dasar pemikiran itu maka upaya untuk meningkatkan kesehatan maternal dan neonatal menjadi sangat strategis bagi upaya pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Keberhasilan upaya tersebut dapat dilihat dari penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi khususnya angka kematian bayi baru lahir (neonatal). Menkes mengakui, saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia tahun 2003 turun dua peringkat dibandingkan tahun 2002 yakni menempati urutan ke 112 dari 175 negara-negara di dunia dan berada jauh dibawah negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei Darussalam. Menurut Dr. Ieke Irdjiati, MPH Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Depkes, sesungguhnya tragedi kematian ibu tidak perlu terjadi karena lebih dari 80% kematian ibu sebenarnya dapat dicegah melalui kegiatan yang efektif, semisal pemeriksaan kehamilan, pemberian gizi yang memadai dan lain-lain. Karenanya upaya penurunan AKI serta peningkatan derajat kesehatan ibu tetap merupakan prioritas utama dalam pembangunan kesehatan menuju tercapainya Indonesia Sehat 2010. Mengenai penyebab kematian, Dr. Ieke menegaskan bahwa 90% kematian ibu disebabkan oleh pendarahan, teksemia gravidarum, infeksi, partus lama dan komplikasi abortus. Kematian ini paling banyak terjadi pada masa sekitar persalinan yang sebenarnya dapat dicegah. Seminar "Pendekatan dan Praktik Terbaik Kesehatan Maternal dan Neonatal" diikuti 500 peserta dari Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se Indonesia, Organisasi Profesi, kalangan perguruan tinggi, stakeholder terkait lainnya baik dari LSM dan organisasi masyarakat. Topik-topik yang dibahas dalam seminar yang berlangsung selama 5 hari ini antara lain pengembangan pelayanan dan pelatihan Asuhan Persalinan Normal yang berkualitas, penguatan praktik klinik pada mahasiswa di Prodi Kebidanan, Kemitraan bidan - dukun, pengembangan desa SIAGA, promosi kesehatan bayi baru lahir dan bagaimana memobilisasi masyarakat untuk Stop Kematian
Sunday, March 9, 2008

MUTIARA SAKINAH

RASULULLOH pernah menjelaskan:"Seorang istri yang bermuka muram di hadapan suaminya,maka ia di dalam kemurkaan Alloh hingga ia dapat membut suasana yang riang gembira kepada suaminya dan memohon kerelaannya."
Senyuman mencetuskan suasana kegembiraan yang sebenarnya dikehendaki suami ketika pulang dalam keletihan.Muka masam bukan saja akan menimbulkan kemarahan suami,malah menyebabkan Alloh turut murka dan kemurkaan Alloh itu berkekalan hingga istri dapat mengembalikan suasana gembira serta memohon ampun suami.
Sesungguhnya keridhoan Alloh terletak pada keridhoan suami.Justru,apabila suami pulang segeralah bukakan pintu,persilahkan masuk dengan penuh hormat dan ciumlah tangan suami sebagai tanda hormat serta meminta maaf,walaupun istri merasa tidak berbuat salah pada hari itu.
Apabila seorang suami bersalaman dengan istrinya maka gugurlah dosa dari celah-celah jari mereka berdua.Rasululloh bersabda,yang maksudnya:"Sungguh-sungguh mintakan ampun untuk seorang istri yg berbakti kepada suaminya,yaitu burung-burung di udara,ikan-ikan di air dan malaikat di langit selama dia senantiasa dalam kerelaan suaminya."
Rasululloh bersabda:"Sekiranya aku memerintah seseorang supaya sujud kepada seseorang,niscaya aku akan memerintahkan seorang perempuan supaya sujud kepada suaminya."
Hadist ini adalah shahih.Ia diriwayatkan oleh At- Tarmidzi,Abu Daud dan Ibnu Majah.Ia menunjukkan betapa besarnya tanggungjawab seorang istri kepada suami yng merupakan kepala rumah tangga.
Apabila suami dan istri saling menunaikan tanggungjawab masing-masing Insya Alloh,rumah tangga merupakan sebuah taman yang diberkahi oleh Alloh.Taman yang bakal melahirkan putera dan puteri Islam yang akan memimpin generasi yang akan datang!.

AGAR HIDUP TAK SIA-SIA

SUNGAI IMAN dan amal perlu dijernihkan dan dipastikan terus mengalir damai di dalam hati umat ini.TELAGA ILMU dan ahlak seluas mata memandang haruslah diperindah dan dijaga serapinya agar terus menggapai tumpuan ridho Ilahi.KOLAM KEROHANIAN mengandungi amal dakwah dan roh jihad di dalamnya hendaklah tidak dibiarkan kekeringan airnya higga terkotori oleh racun peredaran jaman.BERJUANG IKHLAS sehingga diri syahid atau umat islam kembali menang.TEGAK KALIMATULLAH di muka bumi atau diri fana dalam membelanya.
HIDUP BIARLAH MULIA.......MATI BIARLAH MULIA...................!
BIAR REBAH JANGAN BERUBAH........
BIAR TERBUANG TERUS BERJUANG.........
MESKI PATAH DAYUNG DI TANGAN DGN JARI KU KAYUH JUA......
TETAP TEGAR BERSAMA DI JALAN INI....JALAN ALLOH...... ISLAM yg kita cintai sampai mati!
BINA IMAN.....BINA AQIDAH....BINA AKHLAK DAN BINA UKHUWAH!!!!!!!!!
JANGAN BERSEDIH JANGAN BERDUKA.....ALLOH BERSAMA KITA!!!!!!!

jadwal imunisasi

Agar buah hati Anda memiliki pertahanan tubuh yang kuat dan mampu melawan infeksi, pastikan ia mendapat imunisasi secara lengkap.

Tujuan imunisasi adalah mempertinggi daya tahan tubuh agar anak Anda tidak terkena penyakit infeksi. Meskipun penyakitnya sudah tidak ada, imunisasi tetap diperlukan untuk berjaga-jaga kalau penyakit tersebut muncul kembali.

Sebagian besar imunisasi diberikan ketika anak berumur 4 bulan. Anda akan mendapat kartu yang berisi jadwal imunisasi dan kapan seharusnya imunisasi diberikan. Jangan lupa mencatat tanggal dan jenis vaksinasi yang telah diberikan untuk membantu dokter menentukan apakah anak Anda perlu mendapat vaksinasi tertentu.

Umumnya dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga untuk menentukan apakah anak Anda perlu mendapatkan vaksinasi jenis tertentu. Misalnya, bila di keluarga Anda ada yang menderita TBC, anak Anda harus mendapat suntikan BCG pada sekitar usia 1 tahun.

Tabel berikut adalah jenis imunisasi yang dianjurkan pada masa kanak-kanak serta tabel penyakit infeksi yang paling sering terjadi pada anak-anak.

Penyakit

Waktu

Reaksi

Perlindungan

Imunisasi DPT, difteri, batuk rejan (partusis), tetanus

Suntikan pada umur 2, 4, 6, 18 bulan. Dan diulang pada 4-5 tahun

Anak bisa demam, tempat suntikan terasa sakit.

Tetanus harus diulang setiap 5 tahun supaya terhindar dari tetanus

Polio

Vaksin diminum pada usia 0, 2, 3, 4, 6, 18 bulan dan ulangi pada umur 5 tahun

Tidak ada

Harus diulang agar selalu terlindung

Campak

Suntikan pada usia 9 bulan dan diulang pada usia 6 tahun

Demam dan timbul bercak-bercak

Tidak diketahui berapa lama sejak vaksinasi terakhir

Tuberkolosa (BCG)

Suntikan pada usia 0-3 bulan dan diulang pada usia 10-13 tahun, kalau dianggap perlu.

Sakit dan kaku di tempat suntikan

Seumur hidup

Rubella

Suntikan untuk anak perempuan usia 10-14 tahun

Mungkin nyeri sendi

Tidak diketahui berapa lama sejak vaksinasi terakhir

Keterangan jadwal imunisasi berdasarkan usia pemberian, sesuai IDAI, periode 2004.

Umur

Vaksin

Keterangan

Saaat lahir

Hepatitis B-1

HB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 6 bulan

Polio-0

Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama. Untuk bayi yang lahir di RB/RS, polio diberikan saat bayi dipulangkan (untuk menghindari transmisi virus vaksin terhadap bayi lain)

1 bulan

Hepatitis B-2

Hb-2 diberikan pada umur 1 bulan

0-2 bulan

BCG

BCG dapat diberikan sejak lahir. Apabila BCG akan diberikan pada >3 bulan sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu dan BCG diberikan apabila hasilnya negatif.

2 bulan

DTP-1
Hib-1
Polio-1

Diberikan pada umur lebih dari 6 minggu
Diberikan mulai umur 2 bulan
Dapat diberikan bersama DTP-1

4 bulan

DTP-2
Hib-2
Polio-2

Diberikan secara terpisah
Hib-2 dapat dikombinasikan dengan Hib-2
Diberikan bersama dengan DPT-2

6 bulan

DTP 3
Hib-3
Polio 3

Dapat dikombinasikan dengan Hib-3

Diberikan bersama DTP-3

9 bulan

Campak-1

Campak 1 diberikan pada umur 9 bulan, apabila telah mendapat MMR pada usia 15 bulan, Campak 2 tidak perlu diberikan.

15 -18 bulan

MMR

Hib-4

Apabila sampai usia 12 bulan belum mendapat imunisasi cacar

18 bulan

DTP-4
Polio-4

Diberikan satu tahun setelah DTP-3
Diberikan bersamaan dengan DTP-4

2 tahun

Hepatitis A

Direkomendasikan pada umur >2 tahun, diberikan 2 kali dengan interval 6-12 bulan

2-3 tahun

Tifoid

Vaksin tifoid polisakarida injeksi direkomendasikan untuk umur >2 tahun, perlu diulang setiap 3 tahun.

5 tahun

DTP-5
Polio-5

Diberikan pada umur 5 tahun
Diberikan bersama DTP-5

6 tahun

MMR

Diberikan untuk catch up immunization pada anak yang belum mendapat MMR-1

10 tahun

dT/TT

Varisela

Menjelang pubertas vaksin tetanus ke-5 diberikan untuk imunitas selama 25 tahun.

Diberikan pada umur 10 tahun

Blog Archive

Pesan Kesan