Wednesday, March 26, 2008

Inisiasi Menyusui Dini Dapat Cegah 22 Persen Kematian Neonata

“Jadi, 22 persen dari kematian bayi akan dapat dicegah hanya dengan pemberian ASI satu jam setelah kelahiran,” katanya di Jakarta, Kamis (6/12).

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan tunggal dan terbaik yang memenuhi semua kebutuhan tumbuh kembang bayi hingga berusia 6 bulan, seiring ASI yang pertama keluar berwarna kuning yang mengandung zat-zat penting yang tidak dapat diperoleh dari sumber lain termasuk susu formula.

Utami mencatat bahwa bayi yang baru lahir dan ibu saling memberikan stimulasi penting dalam waktu satu jam pertama. Jadi, segera setelah lahir, bayi baru lahir sangat siap untuk segera mendapatkan asupan bergizi.

Insting dan refleks bayi sangat kuat dalam satu jam pertama dan jika bayi berada dalam dekapan ibu, maka ia akan mencari payudara ibu dan mulai menghisap.

Oleh karena itu, ia menilai inisiasi menyusu dini sangat bermanfaat bukan hanya bagi bayi baru lahir tapi juga bagi ibu, karena dapat merangsang kontraksi otot rahim sehingga perdarahan sesudah melahirkan dapat lebih cepat berhenti. “Selain itu, rahim akan lebih cepat kembali seperti semula,” ujarnya.

Menurut dia, survey terbaru menemukan bahwa 35 anak dari setiap 1.000 kelahiran meninggal sebelum ulang tahun pertamanya. Untuk itu, inisiasi menyusu dini merupakan salah satu cara untuk menurunkan kematian bayi dan mencapai tujuan pembangunan milinium (MDG) Indonesia.

“Jadi, inisiasi menyusu dini dalam satu jam dan ASI eksklusif enam bulan dapat menolong mencapai tujuan Millenium Deveopment Goals (MDGs).

Selain itu, berdasar penelitian di Ghana terhadap 10.947 bayi lahir antara Juli 2003 dan Juni 2004 disebutkan bahwa kemungkinan kematian seorang bayi cenderung meningkat secara bermakna setiap hari permulaan menyusu itu di tangguhkan.

Seiring hal itu, promosi ASI eksklusif ditekankan pada inisiasi menyusu dini, karena 22 persen bayi dapat diselamatkan jika mulai menyusu dalam 1 jam pertama dan juga 16 persen bayi dapat diselamatkan jika bayi menyusu hari pertama.

Dalam kesempatan itu, Utami juga menilai pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, dimana masyarakat cenderung memberikan susu formula pada waktu bayi berumur sangat muda.

Sehingga hal itu berakibat banyak balita kehilangan kesempatan memperoleh ASI eksklusif, dan lebih dari 5 juta balita menderita kurang gizi dan sekitar 1,7 juta balita mengalami gizi buruk.

”Selain itu, keadaan lain yang memprihatinkan adalah 13 persen bayi berumur di bawah dua bulan telah diberi susu formula dan 15 persen telah diberi makanan tambahan, padahal menyusui pada jam pertama akan menghindarkan ibu dari bahaya pembengkakan payudara dan saluran ASI tersumbat,” katanya.

Salah satu faktor yang berpengaruh pada rendahnya pemberian ASI eksklusif enam bulan adalah rendahnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI bagi bayi dan manfaat menyusui bagi ibu.

“Padahal dengan pemberian ASI dapat mengurangi kemiskinan, karena di prediksikan bayi lahir di Indonesia 5,5 juta pertahun dikalikan 55 kaleng lalu dikalikan 1 susu formula seharga 60.0000, jadi 18.120 triliun belanja Ibu Indonesia selama 6 bulan bisa di hemat,”.KN

0 comments:

Blog Archive

Pesan Kesan